Romo KH Imam Muhadi
Mursyid Thoriqoh Qodriyah wa Naqsyabandiyah, pendiri Pondok Pesantren Mamba’ul ‘Adhim Bagbogo, Tanjunganom, Nganjuk.
Foto lama, namun jejak perjuangan beliau tak pernah menjadi masa lalu. Meski jasad telah seda, asma dan keteladanan beliau terus harum dalam ingatan para murid dan jamaah.
Dari Bagbogo, sanad ilmu dan dzikir terus mengalir. Pondok-pondok alumni tumbuh di berbagai tempat, menjadi simpul-simpul dakwah dan silaturahmi yang menyambung perjuangan sang guru.
Bagi murid, guru selalu ada—tak berbatas waktu, tempat, ataupun zaman. Ilmu, doa, sanad, dan amal yang ditanamkan terus hidup, mengalir dari generasi ke generasi.
Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.
Posting Komentar untuk "Romo KH Imam Muhadi "