Halal Bihalal Alumni Jamsani: Menjaga Ikatan, Merawat Amanah Pesantren

Ponorogo — Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti kegiatan halal bihalal alumni Jamsani Ponorogo yang terhubung dengan Pondok Pesantren Manba'ul 'Adhim. Momentum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan pesantren kepada para alumninya.

Acara diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiai Ahmad Syarofudin, Gus Din. Suasana khidmat terasa saat para alumni dan tamu undangan larut dalam doa bersama, mengenang para pendahulu sekaligus memohon keberkahan untuk masa depan.

Dalam sambutannya, kang Kusnan selaku wakil alumni dan ketua panitia menyampaikan terima kasih kepada keluarga ndalem yang telah rawuh. Ia juga mengajak para alumni mengenang masa-masa mondok yang penuh kesederhanaan, kebersamaan, dan suka duka. Ucapan khusus disampaikan kepada kang Aris Santoso atas kesediaannya menjadi tuan rumah, serta kepada masyarakat Tanjunggunung, Badegan, yang turut mendukung terselenggaranya acara.

Dalam tausiyahnya, Gus Din menekankan pentingnya menjaga tradisi keakraban khas pesantren. Ia mengingatkan agar panggilan “Kang” tetap dipertahankan sebagai simbol kedekatan antarsantri dan alumni. Ia juga menyampaikan permohonan maaf serta menjelaskan ketidakhadiran Kiai Ali Barqul Abid yang berhalangan hadir karena rutinitas baiatan setiap hari Sabtu di pesantren, serta padatnya kunjungan tamu hingga akhir bulan Syawal.

Lebih jauh, Gus Din menegaskan bahwa para alumni, di manapun berada, tetap memiliki kewajiban untuk menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. Apa pun profesinya, alumni berkewajiban menjaga nama besar Kiai Imam Muhadi serta ikut mensyiarkan perkembangan pesantren agar tetap hidup, ramai, dan berkembang.

Ia juga menyinggung pentingnya kemandirian santri. Orang tua, menurutnya, tidak perlu terlalu khawatir terhadap anak yang sedang mondok, karena justru di pesantren mereka ditempa untuk mandiri dan kuat menghadapi kehidupan.

Dalam suasana yang lebih cair, Gus Din sempat melontarkan candaan yang mengundang tawa hadirin, mengenang pesan Kiai Din Surodikraman tentang alasannya tidak memondokkan anak di tempat orang tuanya dahulu belajar—yakni karena “takut kalah pinter sama anaknya.” Candaan ringan itu pun disambut gelak tawa para alumni.

Menutup sambutannya, Gus Din mewakili keluarga besar pesantren menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh hadirin, sebagai bentuk penguatan ikatan emosional antara pesantren dan para alumninya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan musyawarah alumni yang dipimpin oleh Nurdaim. Dalam forum tersebut disepakati bahwa halal bihalal tahun depan akan diselenggarakan di wilayah Sambit, dengan waktu pelaksanaan sehabis Syawalan sebagaimana disampaikan oleh kang Marsyim. Selain itu, Kang Marsyim juga menambahkan pentingnya dilakukan pendataan ulang alumni Pondok Pesantren Manba'ul 'Adhim yang berada di wilayah Ponorogo, sebagai upaya memperkuat jaringan dan konsolidasi antaralumni. Laporan keuangan turut disampaikan sebagai bentuk transparansi kepada seluruh anggota.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang refleksi bagi para alumni untuk kembali mengingat jati diri mereka sebagai bagian dari pesantren. Di tengah perubahan zaman, nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan tanggung jawab sosial yang ditanamkan pesantren tetap menjadi pegangan yang terus hidup di tengah masyarakat.


--√Tanjunggunung

Posting Komentar untuk "Halal Bihalal Alumni Jamsani: Menjaga Ikatan, Merawat Amanah Pesantren"